Proses Pembuatan Ogoh-ogoh Sang Jogor Manik


ogoh-ogoh 2012

Proses merukapan suatu hal terpenting dari sebuah kegiatan. Jika dimaknai secara lebih mendalam proses lebih penting dari pada hasil, karena proses yang baik dan optimal tentu akan membuahkan hasil yang baik pula. Konsep ini berkaitan dengan kegiatan pembuatan ogoh-ogoh Sang Jogor Manik yang dikerjakan oleh St. Rama Sita, Sanding Bitra-Tampaksiring, Gianyar. Ogoh-ogoh ini beranjak dari filosofi berlakuknya hukum karmaphala, bahwa setiap langkah perbuatan, perkataan, pikiran kita selalu diingatkan oleh adanya hukum karmaphala. Di zaman sekarang, hukum karma memulai mengelami degradasi. Perbuatan buruk yang dilakukan pada masa sekarang cenderung tidak dasadari atau mungkin dilupakan akan membuahkan hasil yang tidak baik, walaupun dampaknya tidak dirasakan secara seketika. Namun itu, patut diyakini bahwa phala dari karma tersebut pasti dipetik walaupun waktunya tentu. Guna meningkatkan dan menguatkan kepercayaan terhadap hukum karmaphala, maka salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan membuat ogoh-ogoh yang bertemakan Sang Jogor Manik. Sang Jogor Manik merupakan tokoh pelaksana hukuman bagi atma yang sudah lepas dari jasadnya yang berbuat jahat pada kehidupan di dunia (maya pada). Kalau diibaratkan dalam kehidupan nyata, Sang Jogor Manik merupakan eksekutor terhadap orang-orang yang melanggar hukum. Perwujudan ini mengingatkan kembali sekaligus meningkatkan kesadaran untuk berkarma pada jalan yang benar sesuai dengan swadharma masing-masing. Dipilihanya tema ini juga sebagai media edukasi, karena dianggap mampu memberikan pemahaman berupa ilustrasi hukuman bagi orang-orang yang berbuat jahat, sehingga dapat menghindarkan umat manusia khususnya generasi muda dari perbuatan buruk. Juga sebagai media informasi mengenai nilai-nilai ajaran agama bagi masyarakat.

Unsur kreativitas menjadi sangat penting dalam pembuatan ogoh-ogoh Sang Jogor Manik. Walaupun sudah mendapatkan tema/ide, namun ide itu perlu diimplementasikan dalam wujud nyata yang pas dan tepat sesuai tema yang diusung. Daya kreativitas yang tinggi akan dapat memberikan sumbangan terhadap kemenarikan dan kualitas ogoh sehingga mampu memberikan kepuasan terhadap pembuat itu sendiri juga bagi masyarakat yang mencintai seni ogoh-ogoh.

Daya kreaivitas diperlukannya mulai dari proses perancangan, implementasi, dan finishing. Pada kegiatan perancangan dibuat gambar sketsa yang mendesain
bentuk tubuh, gerak, karakter, serta objek-objek yang akan dibuat. Proses implementasi merupakan langkah kedua berupa ilmplementasi dari tahap perancangan. Implementasi merupakan tahap yang memerlukan cukup waktu, maka itu proses pembuatakan ogoh dikerjakan kurang lebih selama satu setengah bulan. Kegiatan terakhir adalah finishing merupakan kegiatan berupa penghalusan, pengecetan, dan memberikan efek serta ornament tertentu. Melewati ketiga tahapan tersebut, patung ogoh-ogoh Sang Jogor Manik diharapkan menyerupai kewibawaan beliau dan mampu mengilustrasikan eksekusi terhadap roh-roh manusia yang pernah berbuat jahat di maya pada.


Iklan
Tak Berkategori

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s