Filosofi Gending Made Cenik


       Zaman telah bergeser dari tradisional menuju modern. Dulu waktu kita anak-anak kira-kira sebelum era tahun 1990-an lagu-lagu tradisional sangat kental terdengar di telinga kita yang diajarkan secara tidak langsung oleh para penglingsir kita. Lagu-lagu itu apabila kita dengar sepintas memang enak didengar dan asik dinyanyikan. Perkembangan zaman yang begitu pesat lagu-lagu tradisional Bali mulai tergusur dengan munculnya lagu-lagu baru yang bernuansa percintaan, perselingkungan, kekerasan, seks, dan lain-lain yang dengan mudah dinikmati oleh anak-anak maupun adik-adik kita.  Ini merupakan salah satu akibat dari mudahnya askes teknologi dan media informasi di tangan anak-anak dan kurangnya kontrol serta seleksi jenis informasi. Adanya teknologi seperti HP, jejaring sosial, dan internet yang tidak tepat guna dapat mencemari dan cenderung merusak pola pikir generasi muda kita pada masa mendatang.

        Adanya permasalahan tersebut, tentu kita merasa miris. Kita tidak boleh meninggalkan begitu saja tradisi dan budaya Bali yang telah diwariskan seperti gending tradisional Bali. Apabila kita cermati secara mendalam lagu tradisional Bali sarat akan makna filosofis. Contoh: Lagu Made Cenik. Berikut ini adalah lagu Made Cenik yang banyak mengandung petuah-petuah dan nilai-nilai. Pembaca budiman coba nyanyikan lagu di bawah ini dan resapi perkata dari lagu berikut.

———————————————————————————————————————–

Made Cenik lilig motor dibi sanja, Lilig motor dibi sanja

Motor Badung ke Gianyar, motor Badung ke Gianyar

Gedebege muat batu, Batu China

Bais lantang cunguh barak, Bais lantang cunguh barak

Mangumbar umbar I Codet, Mangumbar umbar I Codet.

I Codet matulupan

Jangkak jongkok, Manyaru menyongcong jangkrik, Manyaru menyongcong Jangkrik

Jangkrik kawi nilotama, Jangkrik kawi nilotama

Nilotama tunjung biru tunjung biru

Tunjung biru, margi iratu mesiram, margi iratu mesiram

Masiram saling enggokin, masiram saling enggokin

Tepuk api dong ceburan

———————————————————————————————————————–

Arti perkalimat dari lagu Made Cenik di atas.

Made Cenik lilig motor dibi sanja, Lilig motor dibi sanja

Artinya: kita sebagai orang Bali yang di hidup pada zaman sekarang jangan seperti Made Cenik. Cenik artinya kecil. Apabila kita selalu menganggap diri kita kecil (tidak mampu, tidak berdaya, tidak mau membangun diri, tidak produktif, dan tidak berpikir positif) maka orang yang menjadi Made Cenik akan terlindas oleh perkembangan zaman (lilig motor).

Lilig motor dibi sanja artinya Made Cenik kapan terlindas oleh perkembangan zaman? Ia sudah terlindas zaman oleh-oleh hari-hari kemarin, karena ia hanya bisa diam saja, menjadi penonton dan tidak action atau bertindak.

Motor Badung ke Gianyar, motor Badung ke Gianyar

Artinya:  perkembangan arus globalisasi dibuktikan dengan terjadi kemajuan, salah satunya di bidang pariwisata. Kita sebagai orang Bali dituntut pintar menyikapi perkembangan tersebut dengan cara membekali diri dengan berbagai kompetensi seperti kemampuan bergaul maupun mampu berbahasa asing. Motor Badung ke Gianyar merupakan fakta yang kita temukan pada zaman sekarang. Mobil-mobil pariwisata banyak datangnya dari arah Badung menuju Gianyar sebagai daerah tujuan wisata. Fakta menunjukkan bahwa di Gianyar terdapat berbagai objek wisata yang menarik wisatawan mancanegara untuk datang. Di Gianyar ada Bali Safari, Bali Soo, Bali Bird Park, Bali Elephant Park, Pasar Seni Sukawati, ubud, Tirta Empul, Istana Kepresidenan RI dan masih banyak lagi lainnya.

Gedebege muat batu, Batu China

Artinya:  gedebeg adalah gerobak. Gerobak dalam hal ini adalah pulau dewata yang kita cintai yang memuat batu. Batu tersebut adalah batu Cina. Batu Cina adalah batu mulia yang didambakan oleh setiap orang. Bali memiliki potensi yang membuat orang luar/asing ingin meraup keuntungan dari potensi tersebut.

Bais lantang cunguh barak, Bais lantang cunguh barak

Artinya:  bais lantang cunguh barak adalah orang-orang asing yang mulai dan telah menguasai potensi yang kita miliki. Hal ini dibuktikan, potensi-potensi Bali banyak dikuasai oleh investor luar daerah dan investor asing.

Mangumbar umbar I Codet,  Mangumbar umbar I Codet

Artinya: masih ada orang Bali yang pekerjaannya luntang lantung, tidak jelas, sebagai akibat dari tidak menyadari diri sendiri, tidak mau mengembangkan segala potensi diri, dan tidak produktif dalam kehidupanya. Orang ini kalau dalam kehidupan sekarang lebih suka gruang grueng di jalan, kumpul-kumpul tidak jelas tujuannya, dan mabuk-mabukan yang mengarahkan dirinya menuju masa depan suram.

I Codet matulupan

Artinya:  akibat dikuasainya potensi-potensi Bali dari pihak luar, kita hanya bisa sebagai pekerja suruhan yang bekerja pada perusahaan yang mereka dirikan. Lebih parahnya lagi masih ada warga  yang menjalani kehidupan seperti zaman dahulu kala yaitu berburu kehutan-kehutan atau mebedilan isitilah Balinya. Ini sebagai bentuk ketidakmampuan untuk bersaing di zaman sekarang dan tidak eling dengan diri sendiri.

Jangkak jongkok, Manyaru menyongcong jangkrik,  Manyaru menyongcong Jangkrik

Artinya: dalam berburu ada aktivitas jongkok. Jangkak jongkok yang artinya berusaha keras mencari jangkrik, namun itu hanya kedok belaka, seolah-olah dia bekerja keras namun itu tidak didasarkan atas keinginan tulus. Ini dilakukan supaya orang lain melihatnya bekerja keras, padahal senyatanya tidak begitu.

 Jangkrik kawi nilotama, Jangkrik kawi nilotama

Artinya:  jangkrik kawi nilotama adalah suatu wanita cantik. I Codet terlihat mencari jangkrik padahal dia menghayalkan sesuatu yang tidak mungkin didapat dengan cara mudah. Dia menghayalkan ingin punya mobil, punya rumah bagus, punya istri cantik, dan arta yang berlimpah. Pokoknya hidupnya penuh hayalan saja tanpa action nyata.

Nilotama tunjung biru, tunjung biru

artinya:  nilotama menjadi incaran setiap orang. Orang yang lewat ingin memetiknya.

Tunjung biru, margi iratu mesiram, margi iratu mesiram

Artinya:  untuk mencapai tunjung biru ada jalannya, yaitu dengan cara membersihkan diri baik itu pikiran, jiwa, dan raga. Kita harus sadar akan kekurangan dan kelemahan diri kita. Ajak saudara-saudara kita untuk pergi mesiram membersihkan dirinya masing-masing.

Masiram saling enggokin, masiram saling enggokin

Artinya:  ketika kita mesiram (membersihkan diri atau menyadarkan diri) tidak lupa kita saling mengingatkan satu sama lain. Saudara-saudara kita yang  kurang mampu membersihkan diri, kita ingatkan, kita bantu agar dia tidak jatuh lembah penderitaan.

Tepuk api dong ceburan

Artinya: apabila kita sudah bersih tentu tidak bisa terlepas dari masalah. Ketika kita berhadapan dengan masalah jangan berlarut-larut dalam masalah tersebut. Bila kita larut dalam masalah tersebut kita akan frustrasi, stress, rendah diri, merasa diri bersalah, dsb. Kita harus mampu memecahkan masalah tersebut, sehingga kita lulus dari ujian kehidupan ini guna mencapai kebahagiaan lahir dan batih. Moksartham Jagaditha Ya Ca Iti Dharma.

Demikian kira-kira filosofi lagu tradisional Bali  Made Cenik. Semoga hal-hal sederhana ini yang merupakan kearifan lokan Bali dapat menuntun kita menjalani kehidupan yang lebih baik dari kehidupan sebelumnya.

oleh: ST. Rama Sita (2012)

Iklan
Tak Berkategori

Satu pemikiran pada “Filosofi Gending Made Cenik

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s